Masih ada kesempatan bagi sivitas akademika, praktisi, maupun masyarakat umum untuk mengunjungi Pameran AKSARA 2026: “Membingkai Ruang dan Jejak” yang diselenggarakan oleh Program Studi Arsitektur Universitas Widya Mataram (UWM). Pameran yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan AKSARA 2026 (Arsitektur, Eksplorasi, Ruang, dan Rupa Arsitektural) ini akan berlangsung hingga 17 Juli 2026, menghadirkan pengalaman eksplorasi arsitektur yang memadukan karya mahasiswa dan arsitek profesional dalam satu ruang apresiasi.

Dokumentasi Tim AKSARA 2026

Mengusung tema “Ruang & Jejak”, AKSARA 2026 mengajak pengunjung merefleksikan hubungan antara arsitektur, pengalaman ruang, dan jejak kehidupan manusia. Arsitektur dipahami tidak hanya sebagai bentuk fisik bangunan, tetapi juga sebagai ruang yang menyimpan cerita, aktivitas, budaya, serta dinamika sosial yang terus berkembang. Melalui pendekatan observasi, eksplorasi visual, dan pengalaman langsung, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran, diskusi, serta apresiasi terhadap arsitektur yang kreatif, kontekstual, dan berkelanjutan.

Pameran “Membingkai Ruang dan Jejak” dirancang sebagai ruang eksplorasi visual yang menghadirkan berbagai dokumentasi dan karya arsitektur melalui panel, sketsa, fotografi, visualisasi desain, hingga rekaman pengalaman ruang dan kota. Setiap karya mengajak pengunjung membaca jejak arsitektur dari berbagai sudut pandang, sekaligus memahami bagaimana ruang membentuk identitas, memori, serta pengalaman manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Keunikan pameran ini terletak pada kolaborasi lintas generasi dan profesi. Selain menampilkan karya tugas akhir mahasiswa, pengunjung juga dapat menikmati hasil karya Studio Perancangan Arsitektur 2, Studio Perancangan Arsitektur 4, Studio Perancangan Arsitektur 6, instalasi arsitektur, serta karya para arsitek profesional yang tergabung dalam Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Daerah Istimewa Yogyakarta. Kehadiran karya profesional berdampingan dengan karya mahasiswa memberikan pengalaman belajar yang memperlihatkan kesinambungan antara proses pendidikan arsitektur dan praktik profesional.

Pengalaman pameran dimulai sejak memasuki Ruang Memoria, sebuah koridor yang dirancang untuk membangkitkan memori mengenai arsitektur tradisional Nusantara. Pengunjung disambut dengan dokumentasi hasil Kuliah Kerja Lapangan (KKL) berupa detail arsitektur Bangsal Manis Keraton Yogyakarta, dipadukan dengan sketsa karya mahasiswa dari berbagai objek arsitektur tradisional. Ruang ini mengajak pengunjung mengamati detail-detail arsitektur yang sering kali terlewat ketika berada langsung di lokasi, sekaligus mengapresiasi kekayaan visual yang lahir dari proses observasi lapangan.

Memasuki area berikutnya, pengunjung akan menemukan narasi konsep serta hasil perancangan para pemenang Sayembara Masterplan Museum Majapahit. Berbagai panel desain memperlihatkan bagaimana proses riset, penyusunan konsep, hingga komunikasi visual menjadi bagian penting dalam menghasilkan karya arsitektur yang kompetitif dan kontekstual. Kehadiran karya-karya tersebut memberikan wawasan berharga, khususnya bagi mahasiswa yang ingin mendalami dunia sayembara arsitektur.

Perjalanan berlanjut menuju koridor instalasi yang memanfaatkan material-material khas arsitektur lokal sebagai elemen ruang. Tirai sketsa yang menggambarkan spontanitas proses kreatif dipadukan dengan karya freehand mahasiswa Studio Perancangan Arsitektur 4 yang menampilkan rancangan bangunan bertingkat. Instalasi ini menghadirkan pengalaman ruang yang tidak hanya dapat dilihat, tetapi juga dirasakan sebagai bagian dari proses eksplorasi arsitektur.

Dokumentasi Tim AKSARA 2026

Di penghujung pameran, pengunjung disuguhi deretan poster karya mahasiswa tugas akhir serta kontribusi arsitek profesional IAI. Tidak hanya menampilkan aspek desain, pameran juga menghadirkan hasil riset dalam bentuk audiovisual mengenai upaya pelestarian koleksi museum di Desa Giring, Gunungkidul. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Program Studi Arsitektur Universitas Widya Mataram di bawah pendampingan Dr. Satrio Hasto Broto Wibowo, S.T., M.Sc. bersama Universitas Gunung Kidul, yang memperlihatkan peran arsitektur dalam pelestarian warisan budaya melalui pendekatan akademik dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui Pameran AKSARA 2026, Program Studi Arsitektur Universitas Widya Mataram tidak hanya menghadirkan ruang pamer karya, tetapi juga membangun ruang dialog antara dunia akademik, profesi, dan masyarakat. Pameran ini menjadi bukti bahwa arsitektur adalah media untuk merekam jejak budaya, membangun identitas ruang, sekaligus menginspirasi lahirnya gagasan-gagasan baru bagi generasi arsitek masa depan.

Rangkaian kegiatan AKSARA 2026 didukung oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Daerah Istimewa Yogyakarta, YYAF, PT ASABA sebagai sponsor utama, serta berbagai mitra yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan kegiatan ini. –NnaSora

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *