Yogyakarta – Arsitektur Universitas Widya Mataram (UWM) mendapat kesempatan untuk menampilkan karya mahasiswa dalam “CROSS COLLECTIVE: Jogja Architecture Student Exhibition”, sebuah pameran kolaboratif yang mempertemukan mahasiswa arsitektur dari lima perguruan tinggi di Yogyakarta dalam satu ruang. Berlangsung pada 24–27 September 2026 di Grand Atrium Pakuwon Mall Yogyakarta, pameran ini menjadi ruang berbagi gagasan, eksplorasi, dan apresiasi karya arsitektur mahasiswa lintas universitas.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Bidang Inkubasi Arsitek Muda & Komunitas, bersama MPX Indonesia. Mengusung semangat “Different Campuses. Shared Ideas. One Space.”, CROSS COLLECTIVE mempertemukan beragam perspektif dalam satu ruang untuk berbagi ide, karya, dan pengalaman.

Persiapan keikutsertaan pameran dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA) KAMAKARA Universitas Widya Mataram dengan pendampingan dan bimbingan dari dosen-dosen Program Studi Arsitektur UWM. Proses persiapan tersebut menjadi bagian penting dalam mengolah, menata, dan menyajikan karya agar dapat berkomunikasi dengan pengunjung dalam ruang pamer yang terbuka bagi masyarakat umum.
Menariknya, pameran yang berlangsung di tengah ruang publik dan komersial tersebut tidak membuat karya mahasiswa Arsitektur UWM kehilangan karakter akademiknya. Justru sebaliknya, karya-karya yang ditampilkan memberanikan diri mengajak pengunjung menjelajahi “galeri Nusantara” yang epik, menghadirkan kekayaan arsitektur tradisional melalui maket, poster, buku-katalog, dan sketsa.

Melalui CROSS COLLECTIVE, mahasiswa Arsitektur UWM mempersembahkan berbagai karya yang mengangkat kekayaan arsitektur Nusantara, khususnya bangunan tradisional Jawa. Karya-karya tersebut merekam hasil eksplorasi dan pengamatan mahasiswa terhadap bentuk, detail, struktur, hingga nilai budaya yang melekat pada arsitektur tradisional.
Kehadiran karya tersebut tidak sekadar memperlihatkan bentuk dan karakter bangunan, tetapi juga mengajak pengunjung memahami hubungan antara arsitektur dengan adat, budaya, dan kehidupan masyarakat. Salah satu sajian visual yang menarik adalah ukiran panel dinding yang menampilkan adat dan kebudayaan sehari-hari masyarakat lokal pesisir. Pengunjung juga dapat mengamati secara lebih dekat kerumitan Gapura Hageng Tamansari yang direpresentasikan melalui ukiran panel dinding. Dari balik bilik terdapat maket makam yang menyajikan filosofis cukup sakral dalam pemahaman konsep kehidupan Jawa.

Eksplorasi arsitektur tradisional Jawa semakin terasa melalui maket struktur rumah Jawa yang ditampilkan berdampingan dengan katalog arsitektur tradisional rumah Jawa. Katalog tersebut merupakan hasil eksplorasi dan pengamatan mahasiswa yang merekam berbagai aspek arsitektur melalui pendekatan visual dan dokumentatif.
Tidak berhenti pada karya tiga dimensi dan visual, Arsitektur UWM juga menghadirkan kesempatan bagi pengunjung untuk membaca secara langsung buku-buku karya dosen dan mahasiswa. Berbagai publikasi tersebut memuat gagasan mengenai identifikasi hingga filosofi arsitektur pada sejumlah objek, mulai dari bangunan masjid, Ndalem Mangkubumen yang pernah menjadi bagian dari Universitas Widya Mataram sebelum berpindah ke Kampus Terpadu Banyuraden, hingga empat bangunan di Keraton Yogyakarta.
Dengan demikian, ruang pamer di Grand Atrium Pakuwon Mall Yogyakarta tidak hanya menjadi tempat memajang karya. Karya mahasiswa Arsitektur UWM mengubah ruang tersebut menjadi pengalaman visual yang membawa pengunjung dari suasana pusat perbelanjaan menuju perjalanan mengenali kembali jejak arsitektur Nusantara. Maket, sketsa, ornamen, katalog, dan buku menjadi medium untuk mempertemukan masyarakat dengan kekayaan arsitektur tradisional melalui cara yang lebih dekat dan eksploratif.
Keterlibatan Arsitektur UWM dalam CROSS COLLECTIVE juga memperlihatkan bagaimana karya mahasiswa dapat menjadi medium untuk memperkenalkan kekayaan arsitektur Nusantara sekaligus membuka ruang dialog dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Kolaborasi lintas universitas ini memberikan pengalaman untuk berbagi perspektif, gagasan, serta pendekatan dalam membaca dan merepresentasikan arsitektur.
Selain pameran, rangkaian CROSS COLLECTIVE akan menghadirkan wicara hibrida pada 27 September 2026 bersama Ar. Yuli Kristanto (Conarch Studio) dan Kelvin Thengono (K-Thengono) dengan pembahasan mengenai firma arsitektur. Sesi ini menjadi bagian dari ruang berbagi pengetahuan yang mempertemukan mahasiswa dengan pengalaman dan praktik di dunia profesional.
Bagi masyarakat, mahasiswa, akademisi, maupun praktisi yang ingin melihat langsung karya-karya tersebut, CROSS COLLECTIVE: Jogja Architecture Student Exhibition berlangsung hingga 27 September 2026 di Grand Atrium Pakuwon Mall Yogyakarta. Jangan lewatkan kesempatan untuk melihat bagaimana mahasiswa Arsitektur Universitas Widya Mataram menghadirkan perjalanan visual menyusuri kekayaan arsitektur Nusantara di tengah ruang publik Yogyakarta. -UAN